6/6/14

RESENSI FILM FREE TO PLAY

Judul Resensi : Satu Permainan Yang Mengubah Hidup Mereka



Data/Identitas Film

Judul                   : Free to Play
Jenis Film            : Dokumentasi
Produser             : Valve Corporation
Sutradara            : Valve Corporation
Penulis Naskah   : Valve Corporation
Durasi Film         : 116 menit
Perusahaan Film  : Valve Corporation
Diputar               : Mulai 14 April 2014 di seluruh dunia

Pemeran Film Free to Play

  • Benedict Lim
  • Clinton Loomis
  • Danil Ishutin
  • Jeremy Lin
  • Clement Ivanov
  • Tammy Tang
  • Jacob Toft-Andersen
  • Dustin Loomis
  • Irina Ishutin
  • Arthem Ishutin
  • Toby Dawson
  • Alexander Kokhanovsky
  • Vicky Wee
  • Dominic Stipic
  • Rasmus Filipsen
  • Troels Nielsen
  • Tang Wenyi
  • Per Anders Olsson Lille
  • Karen Loomis
  • Zou Yitian
  • Lim Chee Kong
  • Daryl Koh
  • Wee Bon Swee
  • Edwin Leong
  • Huayan Ng
  • Tony Grenier
  • Pete Grenier
  • Katya Tsovkh
  • Alex Tsovkh
  • Liu Su Leo
  • Moritz Zimmermann
  • James Harding
  • Jon Robinson
  • Toh Wai Hong
  • Dmitry Kupriyanov
  • Wang Yu Min
  • Vitalii Volochay
  • Dong Chan


  • Pendahuluan
Valve adalah pengembang dan penerbit yang bergerak dibidang permainan komputer sejak tahun 1998 yang berdomisili di Amerika Serikat. Pada tahun 2014 ini valve untuk pertama kalinya membuat film dokumenter yang berjudul Free to Play. Valve membuat film dokumenter ini untuk berbagi ke penonton tentang kehidupan dan pengorbanan menjadi seorang pemain profesional dipermainan komputer. Pemain-pemain yang berperan dalam film ini tidak lain adalah para profesional dibidang permainan komputer seperti pemain, penyiar , manajer tim, serta pengamat permainan. Setiap tokoh dalam film ini memiliki karakteristik dan masalah hidup yang berbeda. 


Valve Corporation



  • Isi

Film ini berawal ketika diadakannya turnamen DoTA 2 e-sport pertama dengan hadiah terbesar yaitu 1 juta US dollar yang diadakan di jerman. Dota adalah permainan bertipe MOBA ( Multiplayer Online Battle Arena) terbagi atas dua kubu yang saling berlawanan yaitu Radiant dan Dire. Satu kubu terdiri dari 5 pemain. Tujuan pemain tersebut adalah untuk menghancurkan bangunan inti dari masing-masing kubu.  Pada awalnya orang-orang tidak percaya dan mengira bahwa itu penipuan, namun pihak resmi dari valve mengumumkan hal tersebut dan mengundang beberapa tim dari seluruh dunia untuk mengikuti turnamen tersebut.  

Defend of The Ancient 2

Film ini menceritakan tentang awal dari permainan kompetitif. Pada tahun 90an permainan kompetitif hanya diadakan kecil-kecilan saja. Belum banyak para pemain yang ada pada saat itu. Namun semakin lama para pemain yang menggeluti dunia permainan ini semakin banyak dan sekarang sudah banyak tim-tim dari berbagai pelosok belahan dunia.

Permainan Kompetitif Tahun 1990an


Permainan Kompetitif 2014 (sekarang)

Film ini termasuk dalam kategori dokumenter. Film ini diambil dari sudut pandang 3 pemain utama yang berbeda serta pendapat dari narasumber yang berpengalaman. Inilah yang membuat film ini menjadi unik.

Film ini juga menceritakan tentang pahit manisnya menjadi seorang pemain seperti Benedict “hyhy” Lim pemain dari tim Scythe Gaming Singapura. Keluarga nya sangat keras dalam urusan pendidikan. Itulah yang menjadi halangan Lim menjadi seorang pemain dota, akan tetapi atas kegigihannya dia memaksakan keinginannya untuk mengikuti turnamen tersebut walaupun turnamen tersebut bertepatan dengan ujian akhir nya. “Gaming merupakan kebanggaan dalam hidupku”, kata Lim. Tujuannya mengikuti turnamen untuk mendapatkan 1 juta US dollar dan memperbaiki hubungan dengan pacarnya. Scythe Gaming berhasil mengambil posisi ke 3 dan membawa pulang 150.000 ribu US dollar.

Gaming is simply the proudest thing in my life  -Benedict "Hyhy" Lim
Sementara Clinton “fear” Loomis mengalami kendala yang hampir sama seperti Lim. Orang tua Clinton berfikir dia harus pergi kuliah daripada bermain permainan yang tidak menghasilkan apapun. Pada saat latihan Clinton juga mengalami kesulitan karena anggota tim nya berada di negara yang berbeda, jadi Clinton harus bangun tengah malam untuk latihan dengan teman-temannya. Clinton juga pernah diusir dari rumah karena menggeluti hobinya tersebut. Namun atas kegigihannya dia berhasil mendapatkan posisi 7-8 di turnamen tersebut dan membawa pulang uang senilai 25.000 US dollar.

I considered competitive gaming as a sport   -Clinton "Fear" Loomis

Danil “Dendi” Ishutin mengalami permasalahan yang berbeda dari Clinton dam Lim. Setelah ayahnya meninggal karena serangan kanker danil lebih banyak menyendiri di kamar dan bermain permainan komputer. “Untuk melupakan sesuatu yang menyakitkan adalah dengan melakukan hal-hal yang kamu senangi”, kata Danil. Pada awalnya Danil hanya bermain permainan komputer dan mengikuti turnamen kecil-kecilan di game center. Sampai akhirnya dia menjadi salah satu pemain mid dota terhebat di dunia. Danil bersama Na’vi berhasil memenangkan The International 2011 setelah mengalahkan EHOME dengan skor 3-1 dan membawa pulang uang senilai 1 juta US dollar.

One way to forget about pain is to do something you will be in, completely  -Danil "Dendi" Ishutin

Film ini menceritakan beberapa kejadian saat turnamen berlangsung. Di turnamen ini tim-tim yang paling di takuti adalah tim dari negara Cina karena tim-tim cina memiliki disiplin yang baik, koordinasi yang bagus, serta strategi yang susah dibaca lawan. EHOME adalah tim dota terbaik pada tahun 2010, tim inilah yang paling ditakuti pada turnamen itu karena pada turnamen sebelumnya mereka menang tanpa merasakan sekalipun kekalahan. Namun EHOME sempat dikalahkan oleh Scythe Gaming di upper bracket sehingga mereka turun ke lower bracket. Di lower bracket semi final mereka bertemu kembali namun kali ini EHOME lah yang menang dan berhasil mengeliminasi Scythe Gaming menjadi juara tiga. EHOME melanjutkan perjalanan kegrand final melawan Na’vi. Di grand final ini EHOME akhirnya harus takluk 3-1 oleh Na’vi. Na’vi berhasil menjuarai The International 2011 dengan membawa pulang 1 juta US dollar diikuti EHOME di posisi kedua dengan 250 ribu US dollar dan diposisi ketiga Scythe Gaming dengan 150 ribu US dollar.

Keterangan : Dalam turnamen dota 2, bracket ato bagan terbagi menjadi 2 yaitu upper bracket yang diperuntukkan untuk tim yang berada pada posisi-posisi teratas setelah fase grup dan saling berlawanan satu sama lain, apabila salah satu dari tim tersebut kalah , mereka tidak langsung tereleminasi tetapi mereka ke fase lower bracket, dimana mereka harus berhasil mengalahkan tim-tim yang berada pada posisi bawah atau tim-tim yang kalah pada upper bracket. Jika tim tersebut kalah di lower bracket maka tim tersebut otomatis akan tereleminasi

Ehome Tim Cina Terkuat Pada Saat itu



Navi Berhasil mengalahkan EHOME dan memenangkan 1 juta dollar


  • Kekurangan & kelebihan
Kekurangan
  1. Tidak semua tim didokumentasikan dalam film ini
  2. Tidak semua Cuplikan pertandingan ditampilkan.
  3. Sedikit sekali kamera yang menyorot kedalam kotak tempat berlangsungnya pertandingan.
Kelebihan
  1. Film ini membuka mata kita tidak selamanya bermain game itu buruk.
  2. Banyaknya narasumber yang ada sehingga kita tidak mudah bosan ketika ditonton
  3. Background musik yang bagus dan sesuai penempatannya
  4. Banyak kata-kata mutiara di dalam film ini
  5. Dokumenter tentang dunia game sangatlah jarang dan itu unik.
  • Penutup
Secara keseluruhan film ini bagus, layak ditonton oleh semua kalangan karena memberikan sudut pandang berbeda tentang game. Pesan moral yang didapat sangatlah banyak. Sangat menghibur dengan beberapa cuplikan pertandingan yang sangat seru. Di film ini kita dapat pelajaran penting bahwa jika ingin mewujudkan impian maka berusahalah dengan “Passion”. 

Trailer




Film




Pembuat Resensi : Jeki Ansari dan Irvan Setiawan

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

52 comments:

  1. Mantap gan, ane udh nonton, keren memang film nya

    ReplyDelete
  2. cakep gan gara" ini ane jadi maen dota 2 dan sangat menyenangkan

    ReplyDelete
  3. Keren jek resensinya (h)
    cuma penggunaan istilah-istilah yang ada dalam filmmu seperti : upper bracket, lower bracket, dll CMIIW, susah buat ane mengerti karena ane bukan pemain DotA, mungkin kalau dikasih penjelasan lebih mantep
    itu pendapatku loh ya (o) 8-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha ane juga bingung gan caranya ganti itu istilah susah juga di jelaskan hehe

      Delete
  4. wah luar biasa resensinya, saya sangat salut dengan anda mengolah hal ini. dan juga sangat rapi. 2 thumbs up (h)

    ReplyDelete
  5. wew... isi resensinya lengkap banget ini jek... GR (h)

    ReplyDelete
  6. keren jekk resensinya, apalagi film dokumentasi free to play dota 2. nice broo resensinya

    ReplyDelete
  7. Resensinya bagus dan telah membahas film tersebut secara kritis. Thks banget atas infonya gan :>)

    ReplyDelete
  8. keren jek, filmnya juga bagus dapat menarik banyak pengunjung karena yang disajikan untuk anak muda khususnya gamers dan membacanya tidak merasa bosan karena bahasanya mudah dimengerti dan menarik untuk dibaca

    ReplyDelete
  9. apaan tu, game nya gak seru.
    jelek

    ReplyDelete
  10. wih resensi film tentang game dota 2 ^_^

    ReplyDelete
  11. bagus jek resensinya (h).. ditunggu resensi film tentang game selanjutnya

    ReplyDelete
  12. KEREN , Bisa jadi Motivasi juga nih buat para gamers yang lain !

    ReplyDelete
  13. wah keren juga nih game jadi kepengen maenn 8-)

    ReplyDelete
  14. mantap gan resensinya, mendetail gitu (h)

    ReplyDelete
  15. terima kasih gan :D jika ada yang kurang dalam penulisan bahasa silahkan beritahu kami ya gan :D

    ReplyDelete
  16. Keren ini resensi nya buat semangat anak gamer lain :D

    ReplyDelete
  17. wah ada film tntang dota 2? nice resensi (y) ggwp

    ReplyDelete
  18. keren resensinya, jadi pengen nonton filmnya :D

    ReplyDelete
  19. keren gan, jadi dapat inspirasi aku wkwkkwk :))

    ReplyDelete
  20. kayaknya gamer sejati nih,,, game dota pun dibuatnya jadi resesnsi,,, ngeri,,,, :)

    ReplyDelete
  21. wuihh jek lumayan lah resensinya coba yg 28 weeks later bro (h)

    ReplyDelete
  22. keren nih. jg pengen nonton nii...

    ReplyDelete
  23. keren jadi pengen main dota juga hehe

    ReplyDelete
  24. lumayan resensinya, filmnya juga bagus :>)

    ReplyDelete
  25. harusnya jangan ada spoiler dulu di resensi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke gan kritik dan saran saya terima terima kasih banyak (o)

      Delete
  26. wah luar biasa resensinya, saya sangat salut dengan anda mengolah hal ini. dan juga sangat rapi. 2 thumbs up (h)

    ReplyDelete
  27. wah recommended bgt nih film buat kaka aku, kebetulan dia lagu suka bgt main dota 2 hehehe100x :-d

    ReplyDelete
  28. Yap film dokumenter ini sangat bagus. Aku sebagai gamers DoTA sendiri sangat merekomendasikan untuk menonton ini. Krena menunjukan menjadi seorang gamers bisa menghasilkan uang dan menjadi perkerjaan bkan hanya sekedar bermain.
    Ngmong ngmong yg main dota invite nick ku biar bisa main bareng. Nick : diediedie

    ReplyDelete
  29. keren resensinya,,, tapi kalau bisa istilah2 kaya lower upper braket kasih penjelasnya :D kasian yang ga ngerti pada bingung @-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks gan sudah ane tambahin penjelasannya hehe kalo ada saran dan kritik lagi pasti saya terima terimakasih banyak (o) :>)

      Delete
  30. ane blm pernah nnton filmnya gan, tp gamenya keren banget ;(( mau dong 1 jt dolarnya x-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba gan nonton filmya :) bagus nih film gan (o)

      Delete
  31. nambahin lagi gan yang ada x-) nyenyennya dong

    ReplyDelete
  32. Semangat sore!
    Sudah cukup lengkap.

    ReplyDelete