RESENSI FILM FREE TO PLAY
Judul Resensi : Satu Permainan Yang Mengubah Hidup Mereka
Data/Identitas Film
Judul :
Free to Play
Jenis
Film : Dokumentasi
Produser :
Valve Corporation
Sutradara :
Valve Corporation
Penulis
Naskah : Valve Corporation
Durasi
Film : 116 menit
Perusahaan
Film : Valve Corporation
Diputar : Mulai 14 April 2014 di seluruh dunia
Pemeran Film Free to Play
- Benedict Lim
- Clinton Loomis
- Danil Ishutin
- Jeremy Lin
- Clement Ivanov
- Tammy Tang
- Jacob Toft-Andersen
- Dustin Loomis
- Irina Ishutin
- Arthem Ishutin
- Toby Dawson
- Alexander Kokhanovsky
- Vicky Wee
- Dominic Stipic
- Rasmus Filipsen
- Troels Nielsen
- Tang Wenyi
- Per Anders Olsson Lille
- Karen Loomis
- Zou Yitian
- Lim Chee Kong
- Daryl Koh
- Wee Bon Swee
- Edwin Leong
- Huayan Ng
- Tony Grenier
- Pete Grenier
- Katya Tsovkh
- Alex Tsovkh
- Liu Su Leo
- Moritz Zimmermann
- James Harding
- Jon Robinson
- Toh Wai Hong
- Dmitry Kupriyanov
- Wang Yu Min
- Vitalii Volochay
- Dong Chan
- Pendahuluan
Valve adalah pengembang dan penerbit yang bergerak dibidang permainan
komputer sejak tahun 1998 yang berdomisili di Amerika Serikat. Pada tahun 2014
ini valve untuk pertama kalinya membuat film dokumenter yang berjudul Free to
Play. Valve membuat film dokumenter ini untuk berbagi ke penonton tentang
kehidupan dan pengorbanan menjadi seorang pemain profesional dipermainan
komputer. Pemain-pemain yang berperan dalam film ini tidak lain adalah para
profesional dibidang permainan komputer seperti pemain, penyiar , manajer tim,
serta pengamat permainan. Setiap tokoh dalam film ini memiliki karakteristik
dan masalah hidup yang berbeda.
- Isi
Film ini berawal ketika diadakannya turnamen DoTA 2 e-sport pertama dengan
hadiah terbesar yaitu 1 juta US dollar yang diadakan di jerman. Dota adalah
permainan bertipe MOBA ( Multiplayer Online Battle Arena) terbagi atas dua kubu
yang saling berlawanan yaitu Radiant dan Dire. Satu kubu terdiri dari 5 pemain.
Tujuan pemain tersebut adalah untuk menghancurkan bangunan inti dari
masing-masing kubu. Pada awalnya
orang-orang tidak percaya dan mengira bahwa itu penipuan, namun pihak resmi
dari valve mengumumkan hal tersebut dan mengundang beberapa tim dari seluruh
dunia untuk mengikuti turnamen tersebut.
![]() |
| Defend of The Ancient 2 |
Film ini menceritakan tentang awal dari permainan kompetitif. Pada tahun
90an permainan kompetitif hanya diadakan kecil-kecilan saja. Belum banyak para
pemain yang ada pada saat itu. Namun semakin lama para pemain yang menggeluti
dunia permainan ini semakin banyak dan sekarang sudah banyak tim-tim dari
berbagai pelosok belahan dunia.
![]() |
| Permainan Kompetitif Tahun 1990an |
![]() |
| Permainan Kompetitif 2014 (sekarang) |
Film ini termasuk dalam kategori dokumenter. Film ini diambil dari sudut
pandang 3 pemain utama yang berbeda serta pendapat dari narasumber yang
berpengalaman. Inilah yang membuat film ini menjadi unik.
Film ini juga menceritakan tentang pahit manisnya menjadi seorang pemain
seperti Benedict “hyhy” Lim pemain dari tim Scythe Gaming Singapura. Keluarga
nya sangat keras dalam urusan pendidikan. Itulah yang menjadi halangan Lim
menjadi seorang pemain dota, akan tetapi atas kegigihannya dia memaksakan
keinginannya untuk mengikuti turnamen tersebut walaupun turnamen tersebut
bertepatan dengan ujian akhir nya. “Gaming merupakan kebanggaan dalam hidupku”,
kata Lim. Tujuannya mengikuti turnamen untuk mendapatkan 1 juta US dollar dan
memperbaiki hubungan dengan pacarnya. Scythe Gaming berhasil mengambil posisi
ke 3 dan membawa pulang 150.000 ribu US dollar.
![]() |
| Gaming is simply the proudest thing in my life -Benedict "Hyhy" Lim |
Sementara Clinton “fear” Loomis mengalami kendala yang hampir sama seperti
Lim. Orang tua Clinton berfikir dia harus pergi kuliah daripada bermain
permainan yang tidak menghasilkan apapun. Pada saat latihan Clinton juga
mengalami kesulitan karena anggota tim nya berada di negara yang berbeda, jadi
Clinton harus bangun tengah malam untuk latihan dengan teman-temannya. Clinton
juga pernah diusir dari rumah karena menggeluti hobinya tersebut. Namun atas
kegigihannya dia berhasil mendapatkan posisi 7-8 di turnamen tersebut dan
membawa pulang uang senilai 25.000 US dollar.
![]() |
| I considered competitive gaming as a sport -Clinton "Fear" Loomis |
Danil “Dendi” Ishutin mengalami permasalahan yang berbeda dari Clinton dam
Lim. Setelah ayahnya meninggal karena serangan kanker danil lebih banyak
menyendiri di kamar dan bermain permainan komputer. “Untuk melupakan sesuatu
yang menyakitkan adalah dengan melakukan hal-hal yang kamu senangi”, kata
Danil. Pada awalnya Danil hanya bermain permainan komputer dan mengikuti
turnamen kecil-kecilan di game center. Sampai akhirnya dia menjadi salah satu
pemain mid dota terhebat di dunia. Danil bersama Na’vi berhasil memenangkan The
International 2011 setelah mengalahkan EHOME dengan skor 3-1 dan membawa pulang
uang senilai 1 juta US dollar.
![]() |
| One way to forget about pain is to do something you will be in, completely -Danil "Dendi" Ishutin |
Film ini menceritakan beberapa kejadian saat turnamen berlangsung. Di
turnamen ini tim-tim yang paling di takuti adalah tim dari negara Cina karena
tim-tim cina memiliki disiplin yang baik, koordinasi yang bagus, serta strategi
yang susah dibaca lawan. EHOME adalah tim dota terbaik pada tahun 2010, tim
inilah yang paling ditakuti pada turnamen itu karena pada turnamen sebelumnya
mereka menang tanpa merasakan sekalipun kekalahan. Namun EHOME sempat
dikalahkan oleh Scythe Gaming di upper bracket sehingga mereka turun ke lower
bracket. Di lower bracket semi final mereka bertemu kembali namun kali ini
EHOME lah yang menang dan berhasil mengeliminasi Scythe Gaming menjadi juara
tiga. EHOME melanjutkan perjalanan kegrand final melawan Na’vi. Di grand final
ini EHOME akhirnya harus takluk 3-1 oleh Na’vi. Na’vi berhasil menjuarai The
International 2011 dengan membawa pulang 1 juta US dollar diikuti EHOME di
posisi kedua dengan 250 ribu US dollar dan diposisi ketiga Scythe Gaming dengan
150 ribu US dollar.
Keterangan : Dalam turnamen dota 2, bracket ato bagan terbagi menjadi 2 yaitu upper bracket yang diperuntukkan untuk tim yang berada pada posisi-posisi teratas setelah fase grup dan saling berlawanan satu sama lain, apabila salah satu dari tim tersebut kalah , mereka tidak langsung tereleminasi tetapi mereka ke fase lower bracket, dimana mereka harus berhasil mengalahkan tim-tim yang berada pada posisi bawah atau tim-tim yang kalah pada upper bracket. Jika tim tersebut kalah di lower bracket maka tim tersebut otomatis akan tereleminasi
Keterangan : Dalam turnamen dota 2, bracket ato bagan terbagi menjadi 2 yaitu upper bracket yang diperuntukkan untuk tim yang berada pada posisi-posisi teratas setelah fase grup dan saling berlawanan satu sama lain, apabila salah satu dari tim tersebut kalah , mereka tidak langsung tereleminasi tetapi mereka ke fase lower bracket, dimana mereka harus berhasil mengalahkan tim-tim yang berada pada posisi bawah atau tim-tim yang kalah pada upper bracket. Jika tim tersebut kalah di lower bracket maka tim tersebut otomatis akan tereleminasi
![]() |
| Ehome Tim Cina Terkuat Pada Saat itu |
- Kekurangan & kelebihan
Kekurangan
- Tidak semua tim didokumentasikan dalam film ini
- Tidak semua Cuplikan pertandingan ditampilkan.
- Sedikit sekali kamera yang menyorot kedalam kotak
tempat berlangsungnya pertandingan.
Kelebihan
- Film ini membuka mata kita tidak selamanya
bermain game itu buruk.
- Banyaknya narasumber yang ada sehingga kita tidak
mudah bosan ketika ditonton
- Background musik yang bagus dan sesuai
penempatannya
- Banyak kata-kata mutiara di dalam film ini
- Dokumenter tentang dunia game sangatlah jarang
dan itu unik.
- Penutup
Secara
keseluruhan film ini bagus, layak ditonton oleh semua kalangan karena
memberikan sudut pandang berbeda tentang game. Pesan moral yang didapat
sangatlah banyak. Sangat menghibur dengan beberapa cuplikan pertandingan yang
sangat seru. Di film ini kita dapat pelajaran penting bahwa jika ingin
mewujudkan impian maka berusahalah dengan “Passion”.
Trailer
Film
Pembuat Resensi : Jeki Ansari dan Irvan Setiawan
Trailer
Film
Pembuat Resensi : Jeki Ansari dan Irvan Setiawan










Mantap gan, ane udh nonton, keren memang film nya
ReplyDeleteNyaman Gamer :-d
ReplyDeletecakep gan gara" ini ane jadi maen dota 2 dan sangat menyenangkan
ReplyDeleteKeren jek resensinya (h)
ReplyDeletecuma penggunaan istilah-istilah yang ada dalam filmmu seperti : upper bracket, lower bracket, dll CMIIW, susah buat ane mengerti karena ane bukan pemain DotA, mungkin kalau dikasih penjelasan lebih mantep
itu pendapatku loh ya (o) 8-)
haha ane juga bingung gan caranya ganti itu istilah susah juga di jelaskan hehe
Deletewah luar biasa resensinya, saya sangat salut dengan anda mengolah hal ini. dan juga sangat rapi. 2 thumbs up (h)
ReplyDeletewew... isi resensinya lengkap banget ini jek... GR (h)
ReplyDeletekeren jekk resensinya, apalagi film dokumentasi free to play dota 2. nice broo resensinya
ReplyDeleteResensinya bagus dan telah membahas film tersebut secara kritis. Thks banget atas infonya gan :>)
ReplyDeletesama-sama gan senang berbagi :D
Deletekeren jek, filmnya juga bagus dapat menarik banyak pengunjung karena yang disajikan untuk anak muda khususnya gamers dan membacanya tidak merasa bosan karena bahasanya mudah dimengerti dan menarik untuk dibaca
ReplyDeleteapaan tu, game nya gak seru.
ReplyDeletejelek
t(=w=
Deletewih resensi film tentang game dota 2 ^_^
ReplyDeletebagus jek resensinya (h).. ditunggu resensi film tentang game selanjutnya
ReplyDeleteKEREN , Bisa jadi Motivasi juga nih buat para gamers yang lain !
ReplyDeletewah keren juga nih game jadi kepengen maenn 8-)
ReplyDeletemantap gan resensinya, mendetail gitu (h)
ReplyDeleteGGWP dah jek..wkwkw
ReplyDeletekeren
ReplyDeleteResensi keren...........
ReplyDeleteterima kasih gan :D jika ada yang kurang dalam penulisan bahasa silahkan beritahu kami ya gan :D
ReplyDeletegamer banget nih hahahah
ReplyDeletehahha tau aja mba
DeleteKeren ini resensi nya buat semangat anak gamer lain :D
ReplyDeleteehhehe :) trima kasih mba kiky :P
Deletemesti minta ni filmnya :D
ReplyDeletenice info (h)
ReplyDeletewah ada film tntang dota 2? nice resensi (y) ggwp
ReplyDeletekeren resensinya, jadi pengen nonton filmnya :D
ReplyDeletekeren gan, jadi dapat inspirasi aku wkwkkwk :))
ReplyDeletekayaknya gamer sejati nih,,, game dota pun dibuatnya jadi resesnsi,,, ngeri,,,, :)
ReplyDeletewuihh jek lumayan lah resensinya coba yg 28 weeks later bro (h)
ReplyDeletekeren nih. jg pengen nonton nii...
ReplyDeletekeren jadi pengen main dota juga hehe
ReplyDeleteAku Like .. (h) (o)
ReplyDeletelumayan resensinya, filmnya juga bagus :>)
ReplyDeleteharusnya jangan ada spoiler dulu di resensi.
ReplyDeleteoke gan kritik dan saran saya terima terima kasih banyak (o)
Deletewah luar biasa resensinya, saya sangat salut dengan anda mengolah hal ini. dan juga sangat rapi. 2 thumbs up (h)
ReplyDeletewah terima kasih gan :)
Deletewah recommended bgt nih film buat kaka aku, kebetulan dia lagu suka bgt main dota 2 hehehe100x :-d
ReplyDeletesayang gue bukan gamer
ReplyDeletenice resensi
ReplyDeletekeren !
ReplyDeleteYap film dokumenter ini sangat bagus. Aku sebagai gamers DoTA sendiri sangat merekomendasikan untuk menonton ini. Krena menunjukan menjadi seorang gamers bisa menghasilkan uang dan menjadi perkerjaan bkan hanya sekedar bermain.
ReplyDeleteNgmong ngmong yg main dota invite nick ku biar bisa main bareng. Nick : diediedie
keren resensinya,,, tapi kalau bisa istilah2 kaya lower upper braket kasih penjelasnya :D kasian yang ga ngerti pada bingung @-)
ReplyDeletethanks gan sudah ane tambahin penjelasannya hehe kalo ada saran dan kritik lagi pasti saya terima terimakasih banyak (o) :>)
Deleteane blm pernah nnton filmnya gan, tp gamenya keren banget ;(( mau dong 1 jt dolarnya x-)
ReplyDeletecoba gan nonton filmya :) bagus nih film gan (o)
Deletenambahin lagi gan yang ada x-) nyenyennya dong
ReplyDeleteSemangat sore!
ReplyDeleteSudah cukup lengkap.